WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Polsek Takari Bergerak Cepat Tangani Laporan Penemuan Mayat Lansia di Hutan Nonmeto

Metronttdewa.com 09-10-2026 || 15:58:14

Potret jPolisi ssementara olah TKP enasa yang ditemukan di kawasan Hutan Nonmeto, RT 009/RW 004, Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, pada Jumat (9/10/2026) pagi.

Metronewsntt.xom, Oelamasi---​Jajaran Polsek Takari bersama Polres Kupang bergerak cepat merespons penemuan mayat seorang pria lanjut usia bernama Petrus Nomtanis (70) di kawasan Hutan Nonmeto, RT 009/RW 004, Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, pada Jumat  (9/10/2026) pagi. 

Peristiwa yang mengejutkan warga setempat ini bermula sekitar pukul 08.00 WITA ketika seorang warga bernama Dim Nabuasa tengah mencari kambingnya yang hilang di area hutan tersebut.

​Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah tidak utuh dengan bagian kepala terpisah sejauh sekitar dua meter, sementara kedua kakinya mengalami kerusakan akibat gigitan binatang. Saksi yang terkejut segera melaporkan temuan tersebut kepada warga sekitar untuk memastikan identitas korban. Setelah dipastikan bahwa jasad tersebut adalah Petrus Nomtanis warga setempat yang tinggal seorang diri informasi itu diteruskan kepada Ketua RW dan dilanjutkan ke Polsek Takari pada pukul 09.30 WITA.

​Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Takari bersama Kanit Reskrim, anggota piket, serta tenaga medis dari Puskesmas Takari langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Sekitar pukul 11.00 WITA, proses evakuasi dilakukan bersama warga menuju kediaman korban yang berada sekitar 100 meter dari lokasi penemuan. Tim medis yang terdiri dari Apolos Utan dan Arlianti Bana kemudian melakukan pemeriksaan luar pada pukul 11.10 WITA.

​Dari hasil pemeriksaan luar dan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asma menahun yang kerap kambuh namun tidak pernah rutin berobat ke puskesmas. 

Petugas medis memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan, dengan kondisi tubuh yang tidak utuh akibat aktivitas binatang di dalam hutan. Semasa hidupnya, Petrus dikenal sebagai sosok yang tenang dan tidak pernah memiliki persoalan baik dengan keluarga maupun warga sekitar.

​Berdasarkan keterangan saksi, jejak terakhir korban terlihat pada Sabtu, 3 Oktober 2026, saat ia bertandang ke rumah keponakannya untuk mengisi daya senter dan baru kembali ke rumah kebunnya pada Minggu sore.

 Keluarga menyatakan ikhlas dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah, serta menolak untuk dilakukan autopsi yang dituangkan secara resmi dalam surat pernyataan. Hingga saat ini, pihak kepolisian tetap mengamankan prosedur penanganan laporan guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa berjalan tuntas.(mnt)


Baca juga :

Related Post